RESERVASI MEJA

— Cerita kami

Kisah kami

Bagaimana sebuah dapur dari Jakarta menemukan rumah keduanya, delapan ribu kilometer jauhnya.

Pada tahun 1987, Ibu Sutarmi membuka warung kecil di Tebet, Jakarta Selatan. Ia hanya punya tiga meja, satu wajan, dan resep rendang yang dibisikkan neneknya sendiri di atas bangku dapur saat ia berusia sembilan tahun. Para tetangga mulai berdatangan. Lalu teman-teman tetangga. Lalu anak-anak teman tetangga, yang tumbuh besar dan membawa anak-anak mereka sendiri.

Empat puluh tahun kemudian, cucunya, Agus, berdiri di dapur mungil di Soho, Hong Kong, memegang sendok kayu yang sama, mengaduk bumbu yang sama yang diajarkan neneknya untuk diseimbangkan — bawang putih, serai, kemiri, daun jeruk purut — dan menyadari sesuatu. Aromanya sama. Rasanya sama. Dapurnya berpindah, tetapi masakannya tidak.

“Kami tidak membawa restoran ke Hong Kong. Kami membawa dapur seorang nenek, lengkap dengan semua perdebatan dan cintanya.”
— AGUS · PENDIRI & KEPALA KOKI

SERASA dibuka pada akhir 2026 dengan satu janji: tidak ada yang instan. Tanpa pasta bumbu impor. Tanpa rendang beku yang dihangatkan ulang di bawah lampu penghangat. Tanpa “fusion” untuk membuat masakan lebih dapat diterima audiens Hong Kong yang, ternyata, tidak butuh penyesuaian rasa sama sekali.

Setiap pagi pukul 6, Agus berada di pasar Wan Chai, memilih sendiri lengkuas, kunyit, daun jeruk purut, dan cabai merah segar. Kemiri didatangkan langsung dari koperasi di Jawa Barat. Kecap manis dari pembuat generasi keempat di Cirebon. Berasnya — jenis bulir pendek tertentu yang tetap utuh saat dikukus dengan pandan — dikirim dua kali sebulan.

Timnya kecil. Enam di dapur, empat di ruang makan. Sebagian besar orang Indonesia. Dua di antaranya orang Filipina yang jatuh cinta pada masakan Indonesia saat bekerja untuk keluarga Indonesia di HK dan, di luar dugaan, menjadi dua pembuat sambal terbaik di gedung ini. Bahasa di dapur berganti-ganti antara Bahasa, Inggris, Kanton, dan Tagalog. Semua orang paham “sedap” tanpa perlu diterjemahkan.

Ini adalah restoran tentang sebuah tempat — bukan tempat kami sekarang, melainkan tempat yang kami bawa bersama kami. Jika Anda tumbuh di Indonesia, kami harap SERASA terasa seperti rumah. Jika tidak, kami harap ia terasa seperti undangan untuk pulang.

Mari berbagi meja bersama kami.
RESERVASI MEJA